Halo, aku Gading! 👋
Aku adalah salah satu maskot dari GENZS2 (Gerakan Zero Sampah Sekolah).
Namaku terinspirasi dari legenda khas Bengkulu, yaitu Putri Gading Cempaka, sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya daerah dan identitas Bengkulu sebagai Bumi Merah Putih.
Nama Gading memiliki makna keteguhan, kekuatan, dan kebersihan. Warna putih gading melambangkan lingkungan yang bersih dan sehat, sedangkan bentuknya menggambarkan semangat yang kokoh dalam menjaga bumi.
Aku hadir untuk mengajak teman-teman semua memulai langkah kecil yang berdampak besar, seperti membawa tumbler, menggunakan kotak makan sendiri, mengurangi sampah plastik sekali pakai, dan menjaga kebersihan sekolah.
Halo, aku Cempaka! 👋
Aku adalah sahabat Gading dan juga salah satu maskot dari GENZS2
Namaku terinspirasi dari legenda khas Bengkulu, yaitu Putri Gading Cempaka, sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal dan identitas daerah.
Nama Cempaka melambangkan keindahan, kelembutan, dan kelestarian lingkungan. Seperti bunga cempaka yang harum dan indah, aku hadir untuk menggambarkan sekolah yang asri, bersih, dan nyaman.
Aku mengajak teman-teman semua untuk mencintai lingkungan melalui kebiasaan sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah organik dan anorganik, mendaur ulang barang bekas, serta memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna seperti MBGrow & EcoBrick
Bersama kita, mari ciptakan sekolah yang hijau, sehat, dan bebas sampah ^^
GENZ S2 (Gerakan Zero Sampah Sekolah) adalah gerakan untuk menciptakan generasi muda (siswa-siswi SMPN 15) yang harapannya nanti bisa menjadi agent of change untuk kehidupan yang berkelanjutan. Gerakan yang berfokus pada kepedulian terhadap lingkungan, khususnya dalam mengurangi sampah dan menciptakan kebiasaan hidup bersih dan berkelanjutan selaras dengan permasalahan isu terkini soal sampah yang semakin banyak dan mengotori lingkungan.
Gerakan ini hadir sebagai bentuk aksi nyata siswa untuk menjaga bumi, dimulai dari hal sederhana seperti membawa tumbler, menggunakan kotak makan sendiri, memilah sampah, hingga mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Mengusung semangat “Bumi Merah Putih, Tanggung Jawab Kita Bersama”, GENZ S2 mengajak seluruh warga sekolah untuk tidak hanya peduli, tetapi juga bergerak dan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari.
Dengan dukungan inovasi seperti:
Scan2Clear (poster edukasi berbasis AR),
MBGrow (pupuk cair dari sampah organik),
EcoBrick (Bata ramah lingkungan)
serta gerakan minim sampah plastik, dengan membawa tumblr dan tempat makan sendiri ke sekolah yang disingkat menjadi Batas Sekolah
GENZ S2 menjadi wadah bagi generasi muda untuk belajar, beraksi, dan menginspirasi perubahan positif bagi lingkungan.
(Gerakan Zero Sampah Sekolah)
Permasalahan sampah, khususnya sampah plastik, menjadi isu lingkungan yang semakin serius di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), jumlah timbulan sampah nasional pada tahun 2023 mencapai sekitar 56,63 juta ton. Namun, dari jumlah tersebut, hanya sekitar 39% yang berhasil dikelola, sementara sisanya belum tertangani secara optimal . Bahkan, data lain menunjukkan bahwa total timbulan sampah dapat mencapai 69,9 juta ton per tahun, yang menandakan besarnya tantangan pengelolaan sampah di Indonesia .
Komposisi sampah di Indonesia didominasi oleh sampah organik, tetapi sampah plastik juga memiliki persentase yang cukup besar, yaitu sekitar 18% dari total sampah . Sampah plastik menjadi perhatian utama karena sifatnya yang sulit terurai dan dapat mencemari lingkungan dalam jangka waktu yang sangat lama. Selain itu, masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya pencemaran lingkungan.
Permasalahan ini juga terjadi di lingkungan sekolah. Aktivitas siswa yang menggunakan kemasan sekali pakai seperti botol minuman, plastik makanan, dan bungkus jajanan menjadi penyumbang utama sampah harian. Kebiasaan membuang sampah tanpa memilah serta minimnya inovasi dalam pengolahan sampah menyebabkan lingkungan sekolah kurang optimal dalam mendukung kebersihan dan kesehatan.
Sekolah sebagai lembaga pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peduli lingkungan pada siswa. Oleh karena itu, diperlukan suatu gerakan nyata yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga aplikatif dan berkelanjutan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan membangun kebiasaan sederhana seperti membawa tumbler dan kotak makan sendiri, memilah sampah, serta mengolah sampah menjadi produk yang bermanfaat.
Berdasarkan hal tersebut, lahirlah inovasi GENZS2 (Gerakan Zero Sampah Sekolah) sebagai bentuk aksi nyata dalam mengurangi sampah di lingkungan sekolah. Program ini mengintegrasikan edukasi lingkungan dengan praktik langsung, seperti pembuatan pupuk cair organik MBGrow, pembuatan ecobrick, serta pemanfaatan teknologi melalui media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR).
Melalui GENZS2, diharapkan tercipta budaya sekolah yang peduli lingkungan, mampu mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta membentuk generasi muda yang memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan. Gerakan ini juga diharapkan menjadi langkah awal menuju terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2023). Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN).
Chaterine, R. N. (2025). Menteri LH: Ada 56,63 juta ton sampah pada 2023, hanya 39 persen yang terkelola. Kompas.com.
Rahmawati, D. (2024). Jumlah timbulan sampah nasional 69,9 juta ton di 2023. Detik News.
Ahdiat, A. (2024). Timbulan sampah Indonesia 26,2 juta ton pada 2023. Katadata.
Pelaksanaan program GENZ S2 diharapkan memberikan berbagai manfaat, baik bagi siswa, sekolah, maupun lingkungan secara luas. Adapun manfaat tersebut adalah sebagai berikut:
Meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Membentuk kebiasaan hidup bersih dan ramah lingkungan, seperti membawa tumbler dan kotak makan sendiri.
Melatih tanggung jawab dalam mengelola sampah, termasuk memilah sampah organik dan anorganik.
Mengembangkan kreativitas dan inovasi melalui pemanfaatan sampah menjadi produk bermanfaat, seperti pupuk cair MBGrow.
Meningkatkan keterampilan abad 21, seperti berpikir kritis, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi melalui media AR (Augmented Reality).
Menciptakan lingkungan sekolah yang lebih bersih, sehat, dan nyaman untuk proses pembelajaran.
Mengurangi jumlah sampah, terutama sampah plastik sekali pakai di lingkungan sekolah.
Mendukung program sekolah berbasis lingkungan, seperti Adiwiyata.
Meningkatkan citra sekolah sebagai lembaga yang peduli dan berinovasi dalam bidang lingkungan.
Menjadi contoh atau model bagi sekolah lain dalam penerapan program pengelolaan sampah.
Mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah plastik.
Mendorong pengelolaan sampah yang lebih baik melalui pemilahan dan daur ulang.
Mengurangi volume sampah organik dengan mengolahnya menjadi pupuk cair yang bermanfaat.
Mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Menumbuhkan kesadaran masyarakat melalui peran siswa sebagai agen perubahan (agent of change).
Memberikan edukasi tidak langsung kepada keluarga dan lingkungan sekitar tentang pentingnya pengelolaan sampah.
Mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju gaya hidup minim sampah (zero waste).
Pelaksanaan program GENZS2 menghasilkan beberapa output nyata sebagai bentuk implementasi gerakan peduli lingkungan di sekolah, yaitu sebagai berikut:
Terbentuknya poster edukasi berbasis Augmented Reality (AR) – Scan2Clear.
Poster dapat dipindai menggunakan smartphone untuk menampilkan video edukasi tentang pengelolaan sampah.
Media ini digunakan sebagai sarana pembelajaran interaktif bagi siswa.
Siswa terbiasa membawa tumbler dan kotak makan sendiri ke sekolah.
Berkurangnya penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan sekolah.
Meningkatnya kesadaran siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Tersedianya tempat sampah terpilah (organik dan anorganik).
Terlaksananya kegiatan rutin pilah dan buang sampah sesuai jenisnya.
Lingkungan sekolah menjadi lebih tertata dan bersih.
Terbentuknya produk MBGrow (pupuk cair organik) dari sampah sisa makanan dan dedaunan.
Pemanfaatan sampah organik menjadi produk yang bernilai guna.
Dapat digunakan untuk tanaman di lingkungan sekolah.
Dihasilkannya berbagai produk kerajinan dari sampah anorganik, seperti:
botol plastik, kemasan bekas, dan barang tidak terpakai.
Meningkatkan kreativitas siswa dalam mengolah limbah menjadi barang bermanfaat.
Terciptanya maskot GENZS2 (Gading dan Cempaka) sebagai ikon gerakan.
Pembuatan konten kampanye berupa:
poster
video edukasi
media sosial
Meningkatkan daya tarik dan penyebaran pesan peduli lingkungan.
Terwujudnya lingkungan sekolah yang:
lebih bersih
lebih sehat
lebih nyaman untuk belajar
Mendukung terciptanya budaya zero sampah di sekolah.
Temukan kami di media sosial berikut!
Galeri Kegiatan